Selasa, 28 Juni 2011

Fanfic : To a Matter [prologue]

Hurayyy *tebar duit* hehe ane kembali lagi disini dengan fic abal buatan ane *big grind* padahal fic yang satu belon tuntas ==”.. inih fic idenya mucul begitu aja pass pelajaran Pkn hehe jd gomen bila ceritanya super abal bin gaje hemm tanpa niat buat banyakin chink and chonk langsung aja deh check it doet :Dq Gaje’chan’roku proudly present:
To: Matter Us Chapter 1 prologue
Warning: OOC,ABAL tingkat tinggi,typo(S) ada dimana mana,bahasa gaje,alur semrawut,hurt/comfort ,soifon pov Kata bercetak tebal berarti puisi ^w^ Karena keabalannya disarankan kalau tidak suka silahkan tekan icon back dipojok kiri atas~~ En tidak terima flame (“_ _”)v damai aja ^w^v
Genre: Romance/supernatural Pairing: Ggioxsoixtesla hohoho Dengan berlapang’an Sepakbola *??* sayah harus mengakui kalau bleach itu benar banar milik TITE KUBO asli bukan punya saiah *gelundungan*
\(^w^ ~~Enjoyed and review please~~ ^w^)/ ```/(>,<)\```
I can’t forget you innocent face I can’t forget the path we walk together
“Soifon” panggilmu padaku seraya berlari kecil kemari,senyum lima jari merekah menghias wajah polosmu. “Ada apa Ggio?” tanyaku singkat seperti biasa.Manik emasmu berbinar cerah menatapku dan salah satu tanganmu menyerahkan sesuatu kepadaku. “Cherry?” Tanyaku sambil memandangi satu bulatan dingin berwarna merah cerah yang kini berada ditanganku. “Itu ku ambil dari kelas memasak tadi,kau kan suka buah itu”Ucapmu sambil berjalan disampingku,iris emasmu tak pernah lepas menatapku. “Tau ajas” Ucapku sambil memakannya. “Manis” Ucapku membuatmu kembali tersenyum dan mengacak rambutku. “Aw Ggio kau membuat rambutku berantakan” Ucapku padamu sambil merapikan rambutku yang berantakan. “Hey lihat itu”Ucapmu tiba-tiba sambil menunjuk kelangit barat.Iris abuku mengikuti arah yang kau tunjuk. ”Apa?tidak ada apa-ap…” CUP bibirmu mendarat bebas dipipiku,segera setelahnya semburat merah dengan sukses memenuhi wajahku. “Ggio!!”Ucapku antara marah dan malu sambil mencubit lenganmu.Kulihat kau meringis sambil tertawa renyah. “Sakura yang indah.”Ucapmu memuji guguran kelopak sakura yang tertiup angin dingin bulan April. “Cherry dan Cherry Blossom,” Gumamku “aku suka keduanya.” “Lalu bagaimana dengan ku?” Celetukmu tiba-tiba.Aku hanya tersenyum. “tentu saja kau juga,bahkan lebih.”Ucapku malu-malu.Kaupun menggenggam jemariku.Bergandeng tangan menyusuri sepanjang jalan pulang.
Hate it why I can’t forget it? Why you still in my mind?
“Soi kau melamun lagi?” tedengar suaranya memecahkan lamunan yang sedari tadi kurajut.Aku menggeleng pelan tapi sepasang matanya menatapku lembut. Seolah tahu apa yang ada dalam benakku dia berkata pelan,hampir seperti sebuah bisikan namun masih cukup untuk ditangkap oleh gendang telingaku. “Ggio lagi?” katanya pelan namun tepat sasaran. Pandanganku sedikit kabur oleh sesuatu yang kucoba untuk kutahan agar tak keluar. “Bukan kok”Dustaku padanya.Ku buat dengan nada sebiasa mungkin namun hasilnya adalah nada bergetar dalam dua kata yang ku ucap itu. “Kau bohong”Ucapnya mendekat kearahku. Tes.Aku hanya bisa menunduk membiarkan bulir yang tadinya kucoba untuk kutahan jatuh kelantai dingin berdebu itu. Dia mendekat dan menarikku kedalam dekapannya. “apa kau masih belum bisa melupakannya?”Ucapnya dengan nada setengah memohon. “Gomen ne Tesla” Ucapku menahan isakan yang mendesak dada dan menggumpal dalam kerongkongan.Entah kenapa mengingatmu membuat hatiku terasa sakit walau dia ada disampingku namun bayangmu tak dapat ku tepis.Dia mengelus rambut hitamkebiruanku. “Tak apa” Bisiknya pelan.Aku benci mengatakan bahwa aku tiak bisa melupakanmu.Vega
To you the best star ever Hate or love, why I can choose? When I know who you are Different involving us
Mentari mulai menghilang dari singgasananya kala itu.Senja yang seharusnya indah namun hanya hal yang mengejutkan nalar yang kudapat. Kau berubah menjadi hal yang tak pernah terpikir olehku.Kau menjadi… menjadi… mengerikan dan parahnya aku tak mampu untuk menolongmu. Aku tak berguna. Haruskah aku membencimu ketika aku tlah mengetahui siapa kau sebenarnya? Atau kah aku harus tetap berada disisimu? Sedangkan kita tak ada harapan tuk bersama.dan lagi kau menghilang setelahnya.
Please answer my ask Because a lot of pain I feel It’s so hard. To hard for me, I state
Udara dingin menusuk kulitku saat aku melangkah melewati jalan ini.Selapis salju putih berterbaran disepanjang jalannan ini.Tahun lalu kita masih bergandengan melewatinya bahkan kita sempat membuat boneka salju mini disini, kau juga memberiku buah cherry disini,kita melihat sakura yang berguguran disini dan disini pula kau meninggalkanku. Aku berjalan mendekati sebuah pohon sakura.Disini terukir namamu dan namaku.Saat itu musim panas.Musim panas hampir dua tahun yang lalu.Aku ingat kau berkata ingin mencari kumbang tapi nyatanya kita hanya berputar-putar saja disini.Dan kau memutuskan untuk mengukir nama kita di salah satu pohon dengan pisau lipat serbaguna kesayangmu.Setelah itu kau tiba-tiba mengecup pipiku dan menyatakan perasaanmu padaku.Ah kenangan yang indah. “Hai Ggio”Ucapku pada pohon itu seolah pohon itu adalah dirimu. “Lama kita tak berjumpa” Ucapku lagi sambil mengusap ukiran nama kita dibatang pohon ini. “banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu sejak terakhir kita tak berjumpa.”Ucapku lagi sambil menyandarkan tubuh pada batang pohon itu. “Apakah aku seharusnya membencimu? Atau masihkah aku mencintaimu?” celotehku sendirian sambil menatap bebatuan yang tersusun rapi melapisi tanah disekeliling pohon ini. “Aku tau aku telah terluka cukup dalam,hingga Tesla Lindocruz pun tak bisa mengobatinya.”Aku jeda sejenak menghapus butran Kristal bening yang membasahi pipiku. “Ini sangat berat tau…Tiba-tiba kita putus dan kau menghilang entah kemana” Aku menghela nafas. “Sebenarnya mungkinkah kita bisa bersatu?” “Ah seperti orang gila saja” Akupun beranjak pergi meninggalkan pohon sakura itu.Tanpa tau bahwa sesengguhnya seseorang tengah duduk dan mendengar semua perkataanku dari atas pohon sakura itu.Ggio Vega.
You are my beloved person, where are you gone? Nothing I want for you Excepact your voice which say I love Nothing else no need no live
“kamu dimana?” Ucapku lirih.Semilir angin memainkan rambut biru tuaku. “Soifon ayo turun disini dingin banget”Keluh seorang gadis berambut hijau tosca.Neli el “Kau duluan sana,nanti aku menyusul.Aku masih ingin disini”Ucapku “Kau yakin?Wajahmu Nampak pucat soifon”Ucap neli el padaku Aku menggeleng dan tersenyum. “aku baik-baik saja kok” Walau Nampak sedikit cemas nel akhirnya memilih turun sendiri karena tak tahan dengan udara dingin bulan januari ini. Disini aku berdiri sendirian.Atap Sekolah.Dulu ini adalah tempat favoritku dan tempat dimana kami bertemu.Saat itu kau tengah tertidur disini dan saat itu aku sedang disuruh guru untuk mencarimu.Saat saat itu sungguh membuatku ingin tersenyum. Tapi lebih dari itu,aku lebih rindu dengan suaramu yang selalu melontarkan kalimat-kalimat yang membuatku berdebar dan merona.Aku rindu.Tak ada yang lebih kuinginkan selain itu. Kuputuskan untuk turun,karena udara terasa semakin dingin saja.Setu per satu tangga kupijaki namun tiba-tiba pandangannku terasa kabur.Ya semakin kabur dan mungkin aku akan terjatuh. “Astaga Soifon!”Seru seseorang entah siapa aku tidak ingat pandanganku semakin kabur dan aku mungkin saja akan terjatuh.Tapi sepasang tangan menangkap tubuhku.Samar-samar terlihat siluet pemuda sebelum mataku terpejam sempurna.
~To be continued ```/(>,<)\```à suivre ~
Abal… abal gila /(>”<)\ idenya muncul begitu aja sih pas pelajaran pkn hehe untuk supranaturalnya emang belum muncul pan baru prolog,,next chapt pasti uda muncul walau masih samar samar hehehe okeh trakhir review please

Sabtu, 11 Juni 2011

bodoh

Kau tertawa jauh disana Kau tak mengetahui luka dalam hati Rasa sakit yang tak terperi kala luka itu terbuka Rasa nyeri saat darah keluar dari luka itu Rasa pedih saat kau menambah goresan di sana Rasa panas saat kau menaburkan garam diatasnya
Kau tak tau kau tak mau tau dan kau tak kan tau Yang ada dipikiranmu hanya kemayangan semu Kau menatap mentari tanpa melihat bumi Kau hanya menganggapku sebagai boneka jerami Dan bila aku rusak kau akan membuangku Dan bila kau bosan kau akan menaruhku digudang Dan bila kau tak lagi suka kau akan mencari boneka baru
Ku kira kau obat namun ternyata racun laknat Kau tak menyembuhkan namun menambah beban Luka ku kian dalam hingga menyentuh dasar tulang Salah aku yang salah Bodoh aku memeng bodoh Memilihmu sama saja menusuk pedang dengan tangan sendiri Sesal itu tak berguna lagi karena semua tlah terjadi Berakhir aku ingin semua segera berakhir Karena aku ingin mengakhiri semua ini Jadi aku mohon biarkan aku memilih pergi Terimakasih atas semua rasa yang tlah kau beri
#by Gaje’chan’ 08.17A.110520113 with sitting on the fence feel

Sabtu, 04 Juni 2011

Glamorous Sky - Girugamesh

Akehanashita mado ni mawaru ranbu no deep sky

Ah aoide...

"Kurikaesu hibi ni nan no imi ga aru no?"

Ah sakende...

Tobidasu go

Hakitsubushite rocking shoes

Hane ageru puddle

Flashback

Kimi wa clever

Ah, remember

Ano niji wo watatte ano asa ni kaeri tai

Ano yume wo narabete futari aruita glamorous days

"Akewatashita ai ni nan no kachi mo nai no?"

Ah nageite...

Hakidasu go

Nomihoshite rock n' roll

Iki agaru battle

Flashback

Kimi no flavor

Ah remember

Ano hoshi wo atsumete kono mune ni kazaritai

Ano yume wo tsunaide futari odotta glamorous sky

Nemure nai yo!

Sunday, monday

Inazuma tuesday

Wednesday, thursday

Yukibana...

Friday, saturday

Nanairo everyday

Yamikumo kieru full moon

Kotaete boku no koe ni

Ano kumo wo haratte kimi no mirai terashitai

Kono yume wo kakaete hitori aruku yo glorious days

Ano niji wo watatte ano asa ni kaeri tai

Ano yume wo narabete futari aruita glamorous days

Glamorous sky...

[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/g/girugamesh/glamorous_sky.html ]

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/g/girugamesh/#share

entah kenapa saia sedang suka dengan lagu ini ‿◕

ViViD awal mula o(≥∀≤)o

T. Kapan kalian bertemu, dan bagaimana? Shin: Saya ditahan waktu mau pulang ke rumah orang tua Saya. Reno: Kami semua kecuali Shin telah berteman sejak lama. Waktu itu saat yang tepat karena band kami yang sebelumnya bubar, kami berpikir kami bisa bermain bersama dan membuat sebuah band. Akhirnya kami meminta Shin untuk bergabung dan dia setuju, sejak itu kami mulai bermain. Ryoga: Saya bertemu IV di sebuah klub dengan live music dan diperkenalkan pada ko-ki, yang memperkenalkanku pada Reno.IV juga memperkenalkanku pada Shin. IV: Saya bertemu ko-ki dan Ryoga di sebuah club dengan live music sekitar setahun yang lalu dan ko-ki memperkenalkanku pada Reno. Shin adalah teman yang baik, teman satu band Saya sebelumnya dan begitulah. ko-ki: Anggota untuk setiap instrument sudah ditentukan sejak lama. Setelah band Saya yang sebelumnya bubar, Saya dan IV mulai membicarakan tentang bermain bersama, dan Saya membawa Reno pada IV, yang membawa Ryoga. Kami mencari seorang penyanyi cukup lama sebelum akhirnya kami bertemu Shin.

T. Apa kesan pertama kalian satu sama lain? Apa mereka telah berubah sejak saat itu?

Shin: Reno tampak porno, Ryoga seperti "Violettina", IV tampak seperti seorang anak nakal, dan ko-ki tampak seperti seorang raja. Reno: Yah, mereka semua tampak seperti diri mereka sendiri sejak awal, jadi Saya tidak punya kesan yang kuat tentang mereka. Saya rasa mereka semua enak diajak bicara dan lucu. Ryoga: Shin tampak menawan tapi Saya tidak mengira dia selucu yang sekarang. Reno tampak seperti seorang yang seksi, IV berkilau, dan ko-ki terlihat seperti seorang wanita. IV: Kami semua sopan ketika pertama bertemu, tapi sekarang kami sering berguyon dan bercanda. Ko-ki: Saya kira Shin begitu sempurna dan ketat tentang segala hal, tapi sekarang Saya merasa dia memiliki semacam kepribadian yang lucu. Reno tampak seperti seorang yang kasar, dan kadang dia masih seperti itu. Ryoga terlihat tenang dan keras, tapi Saya rasa sekarang dia adalah orang dengan tipikal golongan darah AB! IV sepertinya banyak bakat, dan Saya belajar bahwa dia adalah seorang pekerja keras.

T. Katakanlah pada kami tentang sejarah sejak kalian bertemu hingga pembentukan band. Shin: Saya ditahan meskipun Saya sudah berencana untuk pulang ke rumah orang tua Saya. Reno: Seperti yang Saya katakan sebelumnya, kami sudah berteman dan merasa bahwa akan menyenangkan bila kami bisa bermain bersama, sepertinya kami saling ditarik satu sama lain dalam berbagai cara. Jadi sangat wajar bisa bersama karena sepertinya kami semua memiliki pemikiran yang sama. Ryoga: Reno, IV, ko-ki, dan Saya telah membicarakan tentang membuat band bersama sejak musim panas lalu tapi tak bisa menemukan penyanyi, dan kami bertemu Shin, yang akan mengunjungi orang tuanya. IV: ko-ki dan Saya membentuk sebuah band bulan Agustus lalu, dan meminta teman Saya Ryoga dan anggota band ko-ki terdahulu Reno untuk bergabung. Shin berhenti dari band jadi kami mengajaknya juga, dan menjadi ViViD. Ko-ki: Kami sudah tahu siapa akan memainkan apa sejak IV dan Saya bersama di band lain yakni ZiL, tapi kami benar-benar tak bisa menemukan penyanyinya; jadi ketika band Shin bubar, kami segera memintanya bergabung bersama kami.

T. Kalian menjabarkan nama band ini yaitu ViViD karena kalian ingin menjadi "cerah, mempesona, aktif, hidup, dan terus bersinar sebagai diri sendiri, menghargai warna perorangan", tapi bagaimana kalian memilih kata 'ViViD'? Shin: Karena setiap dari kami memiliki kepribadian yang kuat. Reno: Dalam proses memikirkan nama band, kami ingin nama itu menjadi sesuatu yang menyimbolkan sebuah karakter dan bakat yang dimiliki setiap member, dan kami berpikir "ViViD" bagus jadi kami tak perlu benar-benar membahasnya. Ryoga: Beberapa dari kami memikirkan nama yang sama dan kami semua setuju dengan nama itu. IV: Tiga dari kami memikirkan nama yang sama, dan terdengar bagus dan dengan arti yang seperti itu kami segera memutuskannya. ko-ki: Kami semua memikirkan hal itu dan secara ajaib memikirkan nama "ViViD", jadi kami merasa inilah.

T. Kalian tampil pertama kali tanggal 19 April. Bagaimana perasaan kalian di atas panggung? Shin: Seperti kami bisa melakukan sesuatu yang khusus. Reno: Yah, setiap orang bermain di banyak pertunjukan secara terpisah, tapi Saya agak gugup ketika kami tampil pertama kali sebagai "ViViD". Ketika kami mulai bermain, perasaan gugup itu menghilang dan Saya sangat menikmatinya seperti lepas kendali. Tentu kami memiliki banyak masalah di masa depan...(tertawa) Ryoga: Saya rasa sekarang kami ada di saat di mana kami harus berjalan secepat yang kami bisa. IV: Terjadinya begitu cepat. Saya menyadari inilah tempat Saya untuk tampil langsung di atas panggung. ko-ki: Saya hilang harapan (tertawa). Saya benar-benar hilang harapan sampai Saya rasa Saya bisa mencurahkan hidup Saya di band ini. T. Beberapa band mempunyai panggilan untul penggemar mereka. (Mis. 'Papiko' untuk penggemar Sug, dll) Apakah kalian sudah memutuskan panggilan untuk penggemar kalian? Shin: Tak ada yang spesial. Reno: Tidak, kami belum memutuskannya jadi jika seseorang memiliki ide kami akan menerimanya lewat e-mail. Ryoga: Kami belum memutuskan. IV: Belum diputuskan. ko-ki: Um, Saya rasa kami belum memutuskannya (tertawa). Penggemar saya bisa dipanggil Ratu karena Saya Rajanya.

T. Katakanlah pada kami tentang tujuan dan arah kalian di masa mendatang! Shin: Setinggi mungkin. Reno: Tentu, berada di atas. Saya hanya ingin mencengangkan penonton kami dengan musik dahsyat dan penampilan spektakuler. Ryoga: Selalu lebih tinggi. IV: Semakin banyak penonton berkumpul, semakin banyak warna atau karakter yang ada, Saya ingin membuat mereka menjadi satu warna. Tujuan kami adalah untuk menciptakan rasa persatuan. ko-ki: Saya ingin kami menjadi sebuah band yang membawa semacam revolusi ke dunia. Yang bisa dikenal di seluruh dunia.

T. Dapatkah kalian mengekspresikan antusiasme kalian untuk tujuan-tujuan itu? Shin: Tetap menjadi lebih baik. Reno: Setiap hari dengan rajin. Saya mengatakannya. Saya ingin membuat jalan Saya ke masa depan, selalu memikirkan tentang band dan meletakkan antena Saya untuk menyerap segalanya untuk gitar Saya. Ryoga: Setiap hari dengan rajin. IV: Saya ingin menjadi penampil yang tak tertandingi. ko-ki: Saya akan melakukan yang terbaik, dan Saya tak merasa Saya akan kalah!

Q. Terakhir, adakah pesan bagi penggemar kalian di luar negeri? Shin: Saya mencintai kalian. Reno: Saya akan menyenangkan kalian dengan gitar Saya. Ryoga: Harapkan kami menggila setiap hari untuk terus menunjukkan yang terbaik pada kalian, dan memainkan musik yang bagus untuk kalian. IV: Terima kasih atas dukungan kalian. Kita memang sangat jauh satu sama lain tapi suara kalian selalu terdengar lewat e-mail dan surat. Kami akan menjadi cukup besar untuk mengunjungi kalian, jadi nantikanlah kami! ko-ki: Saya benar-benar menghargai dukungan kalian dari luar negeri. Kami akan bisa keliling dunia, jadi nantikanlah. Atau, datanglah ke Jepang untuk melihat kami jika kalian bisa (tertawa)

Credit: musicjapan