To: Matter Us
Chapter 1 prologue
Warning: OOC,ABAL tingkat tinggi,typo(S) ada dimana mana,bahasa gaje,alur semrawut,hurt/comfort ,soifon pov
Kata bercetak tebal berarti puisi ^w^
Karena keabalannya disarankan kalau tidak suka silahkan tekan icon back dipojok kiri atas~~
En tidak terima flame (“_ _”)v damai aja ^w^v
Genre: Romance/supernatural
Pairing: Ggioxsoixtesla hohoho
Dengan berlapang’an Sepakbola *??* sayah harus mengakui kalau bleach itu benar banar milik TITE KUBO asli bukan punya saiah *gelundungan*
\(^w^ ~~Enjoyed and review please~~ ^w^)/
```/(>,<)\```
I can’t forget you innocent face
I can’t forget the path we walk together
“Soifon” panggilmu padaku seraya berlari kecil kemari,senyum lima jari merekah menghias wajah polosmu.
“Ada apa Ggio?” tanyaku singkat seperti biasa.Manik emasmu berbinar cerah menatapku dan salah satu tanganmu menyerahkan sesuatu kepadaku.
“Cherry?” Tanyaku sambil memandangi satu bulatan dingin berwarna merah cerah yang kini berada ditanganku.
“Itu ku ambil dari kelas memasak tadi,kau kan suka buah itu”Ucapmu sambil berjalan disampingku,iris emasmu tak pernah lepas menatapku.
“Tau ajas” Ucapku sambil memakannya. “Manis” Ucapku membuatmu kembali tersenyum dan mengacak rambutku. “Aw Ggio kau membuat rambutku berantakan” Ucapku padamu sambil merapikan rambutku yang berantakan.
“Hey lihat itu”Ucapmu tiba-tiba sambil menunjuk kelangit barat.Iris abuku mengikuti arah yang kau tunjuk.
”Apa?tidak ada apa-ap…” CUP bibirmu mendarat bebas dipipiku,segera setelahnya semburat merah dengan sukses memenuhi wajahku.
“Ggio!!”Ucapku antara marah dan malu sambil mencubit lenganmu.Kulihat kau meringis sambil tertawa renyah.
“Sakura yang indah.”Ucapmu memuji guguran kelopak sakura yang tertiup angin dingin bulan April.
“Cherry dan Cherry Blossom,” Gumamku “aku suka keduanya.”
“Lalu bagaimana dengan ku?” Celetukmu tiba-tiba.Aku hanya tersenyum. “tentu saja kau juga,bahkan lebih.”Ucapku malu-malu.Kaupun menggenggam jemariku.Bergandeng tangan menyusuri sepanjang jalan pulang.
Hate it why I can’t forget it?
Why you still in my mind?
“Soi kau melamun lagi?” tedengar suaranya memecahkan lamunan yang sedari tadi kurajut.Aku menggeleng pelan tapi sepasang matanya menatapku lembut.
Seolah tahu apa yang ada dalam benakku dia berkata pelan,hampir seperti sebuah bisikan namun masih cukup untuk ditangkap oleh gendang telingaku.
“Ggio lagi?” katanya pelan namun tepat sasaran. Pandanganku sedikit kabur oleh sesuatu yang kucoba untuk kutahan agar tak keluar.
“Bukan kok”Dustaku padanya.Ku buat dengan nada sebiasa mungkin namun hasilnya adalah nada bergetar dalam dua kata yang ku ucap itu.
“Kau bohong”Ucapnya mendekat kearahku.
Tes.Aku hanya bisa menunduk membiarkan bulir yang tadinya kucoba untuk kutahan jatuh kelantai dingin berdebu itu.
Dia mendekat dan menarikku kedalam dekapannya. “apa kau masih belum bisa melupakannya?”Ucapnya dengan nada setengah memohon.
“Gomen ne Tesla” Ucapku menahan isakan yang mendesak dada dan menggumpal dalam kerongkongan.Entah kenapa mengingatmu membuat hatiku terasa sakit walau dia ada disampingku namun bayangmu tak dapat ku tepis.Dia mengelus rambut hitamkebiruanku.
“Tak apa” Bisiknya pelan.Aku benci mengatakan bahwa aku tiak bisa melupakanmu.Vega
To you the best star ever
Hate or love, why I can choose?
When I know who you are
Different involving us
Mentari mulai menghilang dari singgasananya kala itu.Senja yang seharusnya indah namun hanya hal yang mengejutkan nalar yang kudapat.
Kau berubah menjadi hal yang tak pernah terpikir olehku.Kau menjadi… menjadi… mengerikan dan parahnya aku tak mampu untuk menolongmu. Aku tak berguna.
Haruskah aku membencimu ketika aku tlah mengetahui siapa kau sebenarnya? Atau kah aku harus tetap berada disisimu?
Sedangkan kita tak ada harapan tuk bersama.dan lagi kau menghilang setelahnya.
Please answer my ask
Because a lot of pain I feel
It’s so hard. To hard for me, I state
Udara dingin menusuk kulitku saat aku melangkah melewati jalan ini.Selapis salju putih berterbaran disepanjang jalannan ini.Tahun lalu kita masih bergandengan melewatinya bahkan kita sempat membuat boneka salju mini disini, kau juga memberiku buah cherry disini,kita melihat sakura yang berguguran disini dan disini pula kau meninggalkanku.
Aku berjalan mendekati sebuah pohon sakura.Disini terukir namamu dan namaku.Saat itu musim panas.Musim panas hampir dua tahun yang lalu.Aku ingat kau berkata ingin mencari kumbang tapi nyatanya kita hanya berputar-putar saja disini.Dan kau memutuskan untuk mengukir nama kita di salah satu pohon dengan pisau lipat serbaguna kesayangmu.Setelah itu kau tiba-tiba mengecup pipiku dan menyatakan perasaanmu padaku.Ah kenangan yang indah.
“Hai Ggio”Ucapku pada pohon itu seolah pohon itu adalah dirimu.
“Lama kita tak berjumpa” Ucapku lagi sambil mengusap ukiran nama kita dibatang pohon ini.
“banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu sejak terakhir kita tak berjumpa.”Ucapku lagi sambil menyandarkan tubuh pada batang pohon itu.
“Apakah aku seharusnya membencimu? Atau masihkah aku mencintaimu?” celotehku sendirian sambil menatap bebatuan yang tersusun rapi melapisi tanah disekeliling pohon ini.
“Aku tau aku telah terluka cukup dalam,hingga Tesla Lindocruz pun tak bisa mengobatinya.”Aku jeda sejenak menghapus butran Kristal bening yang membasahi pipiku.
“Ini sangat berat tau…Tiba-tiba kita putus dan kau menghilang entah kemana” Aku menghela nafas.
“Sebenarnya mungkinkah kita bisa bersatu?”
“Ah seperti orang gila saja” Akupun beranjak pergi meninggalkan pohon sakura itu.Tanpa tau bahwa sesengguhnya seseorang tengah duduk dan mendengar semua perkataanku dari atas pohon sakura itu.Ggio Vega.
You are my beloved person, where are you gone?
Nothing I want for you
Excepact your voice which say I love
Nothing else no need no live
“kamu dimana?” Ucapku lirih.Semilir angin memainkan rambut biru tuaku.
“Soifon ayo turun disini dingin banget”Keluh seorang gadis berambut hijau tosca.Neli el
“Kau duluan sana,nanti aku menyusul.Aku masih ingin disini”Ucapku
“Kau yakin?Wajahmu Nampak pucat soifon”Ucap neli el padaku
Aku menggeleng dan tersenyum. “aku baik-baik saja kok”
Walau Nampak sedikit cemas nel akhirnya memilih turun sendiri karena tak tahan dengan udara dingin bulan januari ini.
Disini aku berdiri sendirian.Atap Sekolah.Dulu ini adalah tempat favoritku dan tempat dimana kami bertemu.Saat itu kau tengah tertidur disini dan saat itu aku sedang disuruh guru untuk mencarimu.Saat saat itu sungguh membuatku ingin tersenyum.
Tapi lebih dari itu,aku lebih rindu dengan suaramu yang selalu melontarkan kalimat-kalimat yang membuatku berdebar dan merona.Aku rindu.Tak ada yang lebih kuinginkan selain itu.
Kuputuskan untuk turun,karena udara terasa semakin dingin saja.Setu per satu tangga kupijaki namun tiba-tiba pandangannku terasa kabur.Ya semakin kabur dan mungkin aku akan terjatuh.
“Astaga Soifon!”Seru seseorang entah siapa aku tidak ingat pandanganku semakin kabur dan aku mungkin saja akan terjatuh.Tapi sepasang tangan menangkap tubuhku.Samar-samar terlihat siluet pemuda sebelum mataku terpejam sempurna.
~To be continued
```/(>,<)\```à suivre ~
Abal… abal gila /(>”<)\ idenya muncul begitu aja sih pas pelajaran pkn hehe untuk supranaturalnya emang belum muncul pan baru prolog,,next chapt pasti uda muncul walau masih samar samar hehehe okeh trakhir review please
Tidak ada komentar:
Posting Komentar